Category: KuCeL (Kumpulan Cerita Lucu)


Empat sekawan pergi untuk ber-golf di suatu pagi yang cerah. Sementara yang seorang sedang ke toilet, tiga orang lainnya membicarakan anak-anak mereka masing-masing.

“Anakku, Bill.”, ujar pria pertama. “Anak itu cukup sukses di bidang industri bangunan rumah. Ia memulainya sebagai seorang tukang kayu, tapi sekarang memiliki firma konstruksi dan cukup sukses. Dan tahun lalu, ia bisa memberikan seorang teman baiknya sebuah rumah sebagai hadiah.”

Pria kedua, ga mau kalah, menceritakan tentang putranya yang memulai karir sebagai salesman mobil, tapi sekarang memiliki tempat dealer mobil sendiri. “George sangat sukses. Enam bulan lalu, ia memberikan dua mobil baru pada temannya sebagai hadiah.”

Anak laki-laki pria yang ketiga, Albert bekerja sebagai broker saham dan beberapa minggu lalu memberikan teman baiknya surat saham yang besar sebagai hadiah.

Begitu pria keempat datang, ketiga pria yang lain mengatakan bahwa mereka sedang mendiskusikan tentang usaha anak-anak mereka masing-masing.

“Sebenarnya, aku tidak senang dengan apa yang terjadi pada anakku.”, katanya. “Selama 15 tahun, Frank menjadi penata rambut dan baru-baru ini aku tahu bahwa ia seorang gay. Tapi sisi baiknya, tiga pacar laki-lakinya memberinya sebuah rumah baru, dua mobil baru dan sebuah surat saham yang besar.”

Ada seorang pria pekerja keras dan suka menabung.  Ia sangat menyayangi uangnya lebih dari apapun. Suatu hari, ketika ia merasa akan meninggal dunia, ia berkata kepada istrinya, “Jika aku mati nanti, aku ingin kau mengambil semua uangku dan menaruhnya di dalam peti mati bersamaku. Aku ingin membawa seluruh uangku ke akhirat.”

Sang istri pun bersumpah sepenuh hatinya, bahwa ia akan menaruh menaruh seluruh uang itu ke dalam peti mati bersama suaminya.

Suatu hari, pria itu pun meninggal dunia dan dibaringkan di dalam peti mati. Istrinya duduk di samping sahabat baiknya. Ketika upacara pelepasan selesai dan peti akan segera ditutup. Sang istri berseru, “Sebentar!”

Wanita itu menaruh sebuah kotak sepatu ke dalam peti mati itu. Lalu peti mati itu pun ditutup dan dibawa pergi. Temannya berkata, “Aku harap kau tidak cukup gila dengan menaruh semua uang itu ke dalam peti mati.”

“Ya.”, jawab sang istri. “Aku sudah bersumpah dan tidak boleh melanggarnya. Aku bersumpah padanya bahwa aku akan menaruh semua uang itu di dalam peti mati itu bersamanya.”

“Maksudmu, kau benar-benar menaruh setiap sen uang itu ke dalam peti mati itu bersamanya?”

“Tentu saja. Aku mengambil semua uang itu dan menaruhnya di dalam rekeningku dan aku menuliskan cek untuknya.”

Sepasang suami isteri setengah baya yang sama-sama dari kalangan profesional merasa penat dengan kesibukan di ibukota.
Mereka memutuskan untuk berlibur di Bali. Mereka akan menempati kembali kamar hotel yang sama dengan ketika mereka berhoneymoon saat menikah 30 tahun yang lalu. Karena kesibukannya, sang suami harus terbang lebih dahulu dan isterinya baru menyusul keesokan harinya.
Setelah check in di hotel di Bali, sang suami mendapati pesawat komputer yang tersambung ke internet telah terpasang di kamarnya.
Dengan gembira ia menulis e-mail mesra kepada isterinya di kantornya di Jalan Sudirman, Jakarta. Celakanya, ia salah mengetik alamat e-mail isterinya dan tanpa menyadari kesalahannya ia tetap mengirimkan e-mail tersebut.

Di lain tempat di daerah Cinere, seorang wanita baru kembali dari pemakaman suaminya yang baru saja meninggal. Setibanya di rumah, ia langsung mengecheck e-mail untuk membaca ucapan-ucapan belasungkawa.
Baru saja selesai membaca e-mail yang pertama, ia langsung jatuh pingsan tak sadarkan diri. Anak sulungnya yang terkejut kemudian membaca e-mail tersebut (tak lama kemudian jatuh pingsan juga), yang bunyinya :

To: Isteriku tercinta
Subject: Papah sudah sampai Mah !!!

Aku tahu pasti kamu kaget tapi seneng dapat kabar dariku.
Ternyata disini mereka udah pasang internet juga, katanya biar bisa berkirim kabar buat orang-orang tercinta di rumah. Aku baru sampai dan sudah check-in. Katanya mereka juga sudah mempersiapkan segalanya untuk kedatanganmu besok. Nggak sabar deh rasanya nungguin kamu. Semoga perjalanan kamu kesini juga mengasyikkan seperti perjalananku kemaren.

Love you Mom,

Papah

PS: Disini lagi panas-panasnya. Kalau pada mau, anak-anak diajak aja .

Disaat ketika seorang perempuan sedang dalam proses melahirkan yang dibantu oleh dokter kandungan. Tiba-tiba ia berhenti mengejang dan memanggil dokternya, “Dokter, tolong ya nanti ceritakan warna dari setiap bagian tubuh anak saya.”

“Lho kenapa?” tanya dokter dengan heran.

“Mmmhh, saya sebenarnya aktris porno dan anak ini saya dapatkan ketika main dalam blue film. Saya tidak tahu persis siapa ayahnya,” kata perempuan tersebut. Dokter mengangguk mengerti.
Akhirnya ketika kepala si bayi keluar, dokter berkata, “Nah, kepala bayi sudah mulai muncul. Warna rambutnya pirang. Apakah di film itu ada aktor bulenya?”

“Ada Dok, makasih.”

“Wah, kulit mukanya agak pucat dan matanya sipit. Apakah ada aktor Cinanya juga?”

“Ada Dok, ada..”

“Sekarang keluar dada dan kedua tangannya. Kok warnanya hitam. Ada aktor negronya, ya?”

“Iya, ada…”

“Nah, sekarang kakinya. Warnanya coklat sawo matang. Ada orang Indonesianya rupanya.”

“Oh ya….”

Setelah seluruh tubuh bayi keluar, dokter memukul pantatnya dan keluarlah suara tangisnya, “Ooeeeee…”

“Terimakasih, Tuhan. Aku kira tadi ia akan menggongong,” desah si ibu baru.

Pada perang dunia ke dua tiga pesawat Belanda jatuh di hutan pedalaman di daerah terpencil. Ketiga pilot itupun akhirnya disandera oleh warga setempat yang ternyata adalah suku primitif. Kebetulan orang2 primitif tersebut adalah ‘head hunter’ dan sekaligus kanibal. Mengetahui hal tersebut, ketiga pilot yg takut tersebut memohon agar tidak dibunuh.
Maka kepala suku setempat berkata,

“Kalo kamu semua masih mau hidup, kalian harus pergi ke hutan dan bawa kembali SEPULUH buah yg jenisnya sama. Tapi kalian hanya mendapatkan waktu tiga jam!” Dengan sangat cepat ketiga pilot itupun akhirnya lari ke hutan untuk mencari buah-buahan.

Setelah dua jam pilot pertama pun akhirnya datang membawa sepuluh buah apel.
Kepala Suku: “Baik kamu telah membawa 10 buah apel. Sekarang masukkan semua apel itu melalui lobang pantat kamu satu persatu. Kalau kamu merintih, atau membuat suara, kamu akan saya potong-potong jadi sate!!”

Dengan perlahan-lahan sang pilot mencoba memasukkan apel pertama tanpa merintih. Dengan penuh perjuangan dan ketahanan akhirnya apel pertama bisa dia masukkan. Namun di apel yg ke dua ia tidak bisa menahan sakit dari unusnya, dan seraya merintih. Dengan kejam sang kepala suku memenggal kepala sang pilot. Maka naiklah ia ke surga.

Pilot kedua datang membawa 10 buah lengkeng. Dan kepala suku memeberikan instruksi yg sama kepada sang pilot. Dalam hati, “Yah kalo lengkeng sih gampang!”

Dan memang betul. Satu lengkeng masuk, dua lengkeng, tiga lengkeng… tapi pada saat ia memasukkan lengkeng yg ke sepuluh sang kepala suku tiba-tiba memotong kepalanya.

Saat pilot 2 naik ke surga ia bertemu dengan pilot 1.
Pilot 2: “Wah kamu mati juga ya?”
Pilot 1: “Iya aku bawa apel sih. Kan sakit! Ah, monyet tu kepala suku, syaratnya berat banget! Trus kamu bawa buah apa?”
Pilot 2: “Lengkeng.”
Pilot 1: “Lengkeng? Itu kan gampang, kecil, gak sakit lagi!”
Pilot 2: “Emang betul. Semua lengkeng hampir aku masukkan semua ke dalam lobang pantat. Tapi ya itu, tiba-tiba aku tertawa dan semua lengkeng yg aku sudah masukkan keluar semua….”
Pilot 1: “Bego kamu! Kog ketawa?”
Pilot 2: “Habis pas mau masukin lengkeng no.10 aku liat Pilot 3 bawa DUREN!”
Pilot 1: “??????????”