Empat sekawan pergi untuk ber-golf di suatu pagi yang cerah. Sementara yang seorang sedang ke toilet, tiga orang lainnya membicarakan anak-anak mereka masing-masing.

“Anakku, Bill.”, ujar pria pertama. “Anak itu cukup sukses di bidang industri bangunan rumah. Ia memulainya sebagai seorang tukang kayu, tapi sekarang memiliki firma konstruksi dan cukup sukses. Dan tahun lalu, ia bisa memberikan seorang teman baiknya sebuah rumah sebagai hadiah.”

Pria kedua, ga mau kalah, menceritakan tentang putranya yang memulai karir sebagai salesman mobil, tapi sekarang memiliki tempat dealer mobil sendiri. “George sangat sukses. Enam bulan lalu, ia memberikan dua mobil baru pada temannya sebagai hadiah.”

Anak laki-laki pria yang ketiga, Albert bekerja sebagai broker saham dan beberapa minggu lalu memberikan teman baiknya surat saham yang besar sebagai hadiah.

Begitu pria keempat datang, ketiga pria yang lain mengatakan bahwa mereka sedang mendiskusikan tentang usaha anak-anak mereka masing-masing.

“Sebenarnya, aku tidak senang dengan apa yang terjadi pada anakku.”, katanya. “Selama 15 tahun, Frank menjadi penata rambut dan baru-baru ini aku tahu bahwa ia seorang gay. Tapi sisi baiknya, tiga pacar laki-lakinya memberinya sebuah rumah baru, dua mobil baru dan sebuah surat saham yang besar.”