Clockwork Angel (The Infernal Devices, #1)Clockwork Angel by Cassandra Clare
My rating: 4 of 5 stars

Buku yang dibeli secara mendadak tanpa perencanaan, saat sedang jalan2 di Gramedia Grand Indonesia. Membelinya karena buku ini terlihat bersinar (dont mind the dark colour covering please) ditambah lagi karena harganya yang terbilang cukup murah sebagai sebuah buku impor baru.
………
Saya gak merasa lebay saat mengatakan bersinar. (okay, maybe just a little bit) karena covernya cukup mengundang. foto cowo pucat misterius berpakaian ala Victorian gentleman, dengan pemandangan kota london kuno. (always love the Old London Setting ^^) Ditambah lagi ukuran panjang dan lebar yang lebih lebar dari seri buku Clare sebelumnya (serial City).

Lalu begitu memasuki ceritanya, gak merasa rugi juga membeli buku ini. Kisah mengenai gadis 16 tahun, Tessa, pergi ke London mencari kakaknya berbekal sepucuk surat dari sang kakak. Sialnya doi malah diculik sepasang Warlock (salah satu ras penghuni dunia bawah) sadis. Namun demikian, ada juga sisi baiknya (atau mungkin buruk) karena Tessa akhirnya mengetahui dirinya seorang Shape shifter a.k.a orang yang bisa mengubah dirinya menjadi orang lain, hanya bermodal menyentuh barang milik orang lain tersebut.
Cerita berlanjut kemudian, begitu ternyata Tessa diselamatkan 3 laki-laki misterius yang ternyata adalah Nephilim (manusia berdarah malaikat).

Sepanjang cerita, agak jarang menemukan adegan2 seru perkelahian seperti halnya dalam sekuel atau serial sebelumnya, serial City. Mungkin dikarenakan tokoh antagonis utama yang tak jelas, sehingga sepanjang cerita penuh dengan penyelidikan-penyelidikan. Namun bisa jadi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi buku ini.

Ditambah lagi, tokoh-tokohnya pun lebih kompleks. Pada awalnya memang terasa mirip dengan tipikal tokoh2 serial city. Tessa mirip dengan Clary versi jati diri gak jelas. William mirip Jace versi liar. Jem mirip Alec versi sakit. Jess mirip Isabella versi manja. Charlotte mirip Luke versi cewek. de Quincey mirip Valentine versi vampire. Agak boring sih…

Namun seiring bergulir cerita, walaupun tipikal, kompleksitas yang lebih mendalam membuat tidak terlalu boring juga. Tessa yang tidak jelas jati dirinya, William yang misterius, Jem yang sakit-sakitan, dan tokoh-tokoh lain yang nampak minor, tetapi ternyata memegang peranan cukup besar dalam bergulirnya cerita. Hingga akhir pun masih ada misteri besar yang tidak diungkap Clare dalam seri pertama ini. (terpaksa menunggu buku kedua, tahun depan T_T).

Satu sisi, ending cerita ini pun cukup memuaskan walaupun biasa aja. Agak kurang klimaks. Namun di sisi lain, bisa dibilang tidak jelas. Tak seperti City of Bones, sesuai dengan apa yang sudah saya bilang tadi, misteri yang dikandungnya jauh lebih banyak dan nampaknya berkesan lebih rumit daripada serial city. psstt.. (saya sudah bisa nebak arah cerita serial city.)

Butuh waktu seminggu untuk menghabiskan novel ini, selain karena daily routine, alur yang agak boring, juga karena ketidakrelaan saya menyelesaikan novel sebagus ini.😛 bukan bermaksud berlebihan, tetapi itulah yang saya rasakan. Setting-an kota London kuno yang cukup detail. Deskripsi suasana yang OK. Bagi saya, itu salah satu kelebihan buku ini.

Sayangnya saat ini belum ada terjemahannya, tetapi rencananya penerbit Ufuk akan menerbitkan terjemahan Indonesia-nya tahun depan. Saya rasa patut ditunggu juga, bagi pembaca yang lebih memilih bahasa persatuan dalam membaca.

Overall, this is an amazing book, but…
Nilai sebenarnya saya beri 5, karena alur gak bisa ditebak dan deskripsi yang apik, tetapi kurang satu, karena ending yang nggantungnya agak keterlaluan dan karakterisasi yang agak2 copas dari serial city. ^^v

View all my reviews