I Am Number Four (Lorien Legacies, #1)I Am Number Four by Pittacus Lore
My rating: 3 of 5 stars

Alkisah sembilan anak dari Planet Lorien dikirim ke Bumi karena planet mereka diserang Mogadorian dari planet sebelah. Mereka adalah para Garde muda, alias pelindung planet karena memiliki kekuatan istimewa yang disebut Pusaka (nggak tahu nama aslinya apa). Sesuai tata cara di Lorien, mereka didampingi seorang Cepan, mentor dan pembimbing mereka.

Untuk melindungi mereka dari kejaran Mogadorian, sebelum para Garde muda ini berangkat dari Lorien, oleh tetua mereka, mereka dikenai mantera pelindung yang dimana mereka tidak akan bisa dibunuh kecuali dibunuh sesuai urutan. Dan mantera itu akan musnah bila para Garde ini berkumpul di satu tempat.

Tokoh utama kita adalah si nomor empat. Ia tidak punya nama. Awal-awal ia bernama Daniel, tetapi begitu ia berpindah ke tempat lain, ia memilih nama John Smith. Ia tinggal bersama Cepan-nya yang memilih nama Henri.

Cerita diawali dengan adegan tragis pembunuhan terhadap si nomor tiga da Cepan-nya di Kenya, Afrika. Sebuah goresan penanda pun bertambah menjadi tiga pada tubuh si tokoh utama kita ini (selanjutnya akan kupanggil dia, John). Bila salah satu anak Garde berhasil dibunuh, maka akan timbul goresan bekas luka pada para Garde lain secara ajaib, sebagai peringatan. Karena sudah tiba gilirannya dikejar, maka John dan Henri pun memutuskan pindah. Mereka pun memutuskan untuk bersembunyi di sebuah kota kecil bernama Paradise, Ohio.

Di kota ini pun terjadi hal-hal yang belum pernah terjadi sebelumnya di kota-kota yang selama ini disinggahi John dalam pelariannya. Pertama, ia menerima Pusaka pertamanya. Kedua, ia memiliki teman sehati bernama Sam. Ketiga, ia jatuh cinta pada Sarah, teman satu sekolahnya.

Sebenarnya sih, dari ide dan plot yah.. cukup bagus. Tetapi sayangnya aku merasa banyak banget kekurangan dalam cerita ini.

Pertamax, karakterisasi yang sangat kurang. Nyaris jelek. Sam yang awalnya takut karena menyadari John itu alien, tahu-tahu nyaris nggak merasakan apa-apa saat akhirnya diberitahu John kenyataan dirinya dan kaya mati rasa saat melihat kekuatan dahsyat John. Pdahal dia ini kan orang biasa. Walaupun punya rasa persahabatan dengan John dan maniak alien. Masa sih, begitu melihat sendiri kenyataannya, nggak ada rasa takut sedikit pun ==”

Karakter Sarah dan Mark juga idem. Mark cuma dihajar sekali langsung otaknya kaya keganggu dan langsung baik dengan John… hyahh.. ketahuan banget ini cerita klise abiezz😡

Keduax, ada yang aneh juga dengan cerita sejarahnya. Dikatakan, Lorien membantu Bumi untuk mengembangkan diri. Bukan masalah besar sih, tapi masa nggak ada alasan lain selain alasan “demi kebaikan”… ==”

Ketigax, banyak banget yang nggak dijelaskan secara jelas di novel ini dan sedikit miss logika. Mengapa hanya sembilan anak? Masa nggak bisa lagi ditambah jumlahnya sebagai tumpuan harapan? Okelah, katanya kebetulan mereka ada di tempat roket tersebut. Tapi kenapa pula para Cepan bisa dibekali banyak batu mulia sebagai bekal di bumi? Aduh, lagi buru-buru, sempet ya ngambil2 batu permata di bank gitu? >.<

Kelebihannya, gaya berceritanya oke. Mizan juga menerjemahkannya dengan cukup baik. Nggak berbelit-belit. Aku suka juga dengan kreatifitas idenya. Ini cerita alien generasi baru. Walaupun aku tetap merasa cerita ini ada ber-genre old school. Kisah-kisah khas remaja. Cerita cintanya juga kurasa agak datar, tetapi ya memang itulah khas remaja. Ada pula beberapa peristiwa khas remaja juga yang agak nggak masuk akal tapi dipaksa masuk akal demi berjalannya plot yang diinginkan penulis (a.k.a Diundangnya John dan Sam oleh Mark ke pesta di rumahnya -> supaya terjadi kebakaran -> John menyelamatkan Sarah -> John diekspos wartawan.)

fufufu~ walaupun review-ku ini banyak berisi kritikan, memang ditujukan untuk si penulis. cuma aku malas nulis dalam bahasa inggris.😄

View all my reviews